Malam ini. Selang 1 jam kedatanganku
di kos setelah menginap 2 hari 2 malam di rumah tanteku di Bandung. Seperti
biasa, aku genggam handphone dan membuka aplikasi bbm melihat beberapa umpan
terbaru. Pm-pm temanku terlihat mengisyaratkan bahwa mereka s berbahagia
menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Bercanda, bersenda gurau, membicarakan
banyak hal serta makan malam bersama. Hidup mereka dipenuhi warna dapat dekat
dengan orang yang mereka sayangi. Berbalik dengan keadaanku sekarang. Beberapa
bulan ini aku seperti kehilangan teman bercerita. Kehilangan tempat bercerita. Bukan
sekedar teman dan tempat, namun singgahan ternyamanku;Kau.
Genap dua bulan, tak ada lagi senda gurau,
cerita, serta kekonyolan. Lagi-lagi kita harus mengakrabkan cinta dari dua tempat
yang berbeda. Tanpa ucapan selamat pagi siang ataupun malam, tanpa sapa, apalagi
kabar. Aku tahu ini hanya sementara. Tidak ada cara lain selain pasrah dan
menjalaninya. Keadaan berubah tak boleh merubah semuanya, kita hanya bicara
masalah keadaan dulu dan sekarang. Dengan mengerti jarak aku percaya disitulah letak
ujian dari sebuah cinta. Apakah akan bertahan ataukah akan mundur. Karena cinta
bukan melemahkan namun justru menguatkan. Cinta itu bukan berarti kita selalu
dekat dengan orang yang kita cintai, tapi cinta adalah dimana kita selalu ada
di hati orang yang kita cintai. Berbahagialah kalian yang masih “berada” di dalam lubuk hati orang
yang kalian cintai. Perasaanku akan selalu sama seperti 10 bulan yang lalu,
tenang saja; kau tak perlu khawatir, Brat.