Ah, Maret.
Bulan kebahagiaan. Kau. Iya kau. Aku rindu sosokmu yang dulu. Sosokmu 3 bulan yang lalu, iya bulan Maret. Sosokmu yang tulus dan perhatian. Ah, sudahlah jangan mengingat hal itu. Yang ada dadaku semakin sesak karena tak dapat menahan air mata yang terus ingin jatuh. Kau berbeda dari yang dulu. Aku rindu sosokmu yang dulu sungguh. Aku seperti kehilangan sosokmu yang dulu. Kemana kau yang dulu? Sungguh dari dalam hati, aku sangat rindu. Aku tak tau kemana perginya sosokmu yang dahulu. Tak seperti sekarang, kau dingin dan tak seperhatian dulu. Kau selalu menampakkan wajahmu yang acuh tak acuh di depanku. Aku berusaha memalingkan muka dan tak menatapmu, aku merasakan sakit yang amat sungguh. Itu bukan kau! bukan kau yang dulu! Tapi apa daya, aku mencoba menerima semuanya, mengikhlaskan kepergian sosok yang kurindukan dulu meski itu sangat sulit. Aku mencoba tegar menghadapi semuanya. Karena aku yakin sosokmu yang dulu akan hadir kembali dalam kehidupanku di waktu yang tepat.