-Deena-
Jangan
pernah memaksaku untuk tetap tinggal jika pada akhirnya kau yang akan pergi
terlebih dahulu. Aku seperti hidup dalam ketidakadilan. Aku terjebak
ketidakadilan. Dimana seorang pemain figuran hanya dibutuhkan saat seorang pemain utama
sedang menghilang sementara. Persis sepertiku. Aku bagaikan tokoh figuran yang
kamu mainkan sementara. Yang kau sayangi, cintai, kasihi namun hanya sementara.
Dan akan berakhir saat perempuanmu datang dan merebut hatimu kembali. Sebagai
seorang perempuan yang lemah aku hanya dapat diam dan bertahan. Menunggu
keajaiban datang sampai pada akhirnya kau kembali ke dalam pelukanku lagi.
Hingga pergantian musim datang, saat sungai mulai mengering dan resapan air tak
lagi tampak, saat air hujan yang tak dapat ditawar datangnya, kemudian daun
berguguran dari pohonnya hingga bunga-bunga bermekaran bersemi kembali
menampakkan dirinya. Empat musim perjalananku. Aku belum menemukan sosok yang
persis sepertimu. Sosok yang bisa membuat aku tenang hingga tersenyum tanpa
alasan. Hanya kau. Perjalanan
panjang dan waktu yang lama menggulung empat musim ini bukanlah waktu yang
mudah untuk aku bertahan. Bertahan dan memperjuangkan seseorang yang sama
sekali tak mau dipertahankan dan diperjuangkan. Mungkin orang lain akan
menganggapku bodoh. Biarlah. Biarkan mereka mengucilkanku, mengejekku, ataupun memakiku.
Sungguh mereka tak tau dan tak merasakan bagaimana rasanya di posisiku saat ini. Empat
musim yang sangat berkesan. Musim panas, musim hujan, musim gugur, dan musim semi.
Semuanya sama. Aku kehilangan dan tak menemukan kembali sosokmu yang dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar