Rabu, 18 Juni 2014

Empat Musim Perjalananku :"


-Deena-

Jangan pernah memaksaku untuk tetap tinggal jika pada akhirnya kau yang akan pergi terlebih dahulu. Aku seperti hidup dalam ketidakadilan. Aku terjebak ketidakadilan. Dimana seorang pemain figuran  hanya dibutuhkan saat seorang pemain utama sedang menghilang sementara. Persis sepertiku. Aku bagaikan tokoh figuran yang kamu mainkan sementara. Yang kau sayangi, cintai, kasihi namun hanya sementara. Dan akan berakhir saat perempuanmu datang dan merebut hatimu kembali. Sebagai seorang perempuan yang lemah aku hanya dapat diam dan bertahan. Menunggu keajaiban datang sampai pada akhirnya kau kembali ke dalam pelukanku lagi. Hingga pergantian musim datang, saat sungai mulai mengering dan resapan air tak lagi tampak, saat air hujan yang tak dapat ditawar datangnya, kemudian daun berguguran dari pohonnya hingga bunga-bunga bermekaran bersemi kembali menampakkan dirinya. Empat musim perjalananku. Aku belum menemukan sosok yang persis sepertimu. Sosok yang bisa membuat aku tenang hingga tersenyum tanpa alasan. Hanya kau. Perjalanan panjang dan waktu yang lama menggulung empat musim ini bukanlah waktu yang mudah untuk aku bertahan. Bertahan dan memperjuangkan seseorang yang sama sekali tak mau dipertahankan dan diperjuangkan. Mungkin orang lain akan menganggapku bodoh. Biarlah. Biarkan mereka mengucilkanku, mengejekku, ataupun memakiku. Sungguh mereka tak tau dan tak merasakan bagaimana rasanya  di posisiku saat ini. Empat musim yang sangat berkesan. Musim panas, musim hujan, musim gugur, dan musim semi. Semuanya sama. Aku kehilangan dan tak menemukan kembali sosokmu yang dahulu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar