Sabtu, 26 April 2014

Bersyukurlah o:)

Sebenernya semua orang itu punya bakat masing2, tinggal gimana caranya kita buat ngembangin bakat itu.
"kalo belum tau bakatnya gimana?" Itu gampang ko, kalian kudu seleksi satu2 mana aktivitas yg kalian paling suka. Nah, disitu bakat kalian.
kalo kamu udah bilang "ah, aku bakatnya apa sih?" Itu salah. Karena sebenernya Allah itu udh ngasih kelebihan kalian masing2 kok ;;))
apa sih yang kurang dari pemberian Allah ke kita selama ini? Semuanya itu cukup. Bahkan lebih.
oksigen gratis, coba bayangin aja kalo sakit dan kkurgn oksigen, hrs beli tbung oksigen kn? brp hrgnya? mhl kan?
Allah ga pernah minta kita buat bales semuanya kan? Bersyukurlah.
bahkan sebenernya rasa syukur kita ke Allah itu ga akan nyukup buat bales semua yang Ia kasih ke kita lho :o
yang bersyukur aja ga nyukup buat bales semuanya, gmn kalo yg ga bersyukur? Think again! Selamat Malam! Maaf menyampah :)

Dia masih peduli padamu :')

Dia yang terlihat cuek ataupun acuh tak acuh di depanmu bukan berarti ia tak peduli denganmu. Sungguh sebenarnya ia sangat peduli padamu.
Dia yang tak membangun percakapan denganmu, bukan berarti ia tak ada keinginan untuk bercakap denganmu, sesungguhnya dari hati kecilnya ia sangat ingin bercanda tawa denganmu, namun hanya masalah waktu yang belum tepat.
Dia yang tak mengabarimu bukan berarti dia sudah tak peduli lagi padamu, dia hanya ingin kamu mengabarinya dahulu.
Dia yang membalas pesan singkatmu tanpa emoticon bukan berarti dia tak perhatian lagi padamu, dia hanya butuh waktu untuk menenangkan dirinya saat dia jenuh.
Dia yang belum mengatakan rasa sayangnya padamu, bukan berarti dia tak menyayangimu, dia hanya memilih waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu.
Dia yang selalu dekat dengan teman perempuannya, bukan berarti dia menyukai salah satu diantara teman perempuannya, dia hanya mencuri perhatian padamu agar kamu terpancing dan menampakkan kecemburuanmu di depannya.
Dia yang selalu menyibukkan diri mengisi waktu dengan teman-temannya bukan berarti dia mengabaikanmu, namun sebenarnya ia butuh waktu untuk menghilangkan kejenuhan dengan berkumpul bersama teman-temannya.
Dia yang cenderung mengalihkan pandangan saat kau menatapnya bukan berarti ia tak ingin bertatap muka denganmu, sebenarnya ia sangat ingin menatap matamu lebih dalam. namun ia hanya tak ingin teman-temannya tau dan akan mengejeknya. Sesungguhnya tanpa sepengetahuanmu, ia selalu mengawasi dan memperhatikanmu dari kejauhan.
Dia yang menolak saat kau mengajak dan mengantarmu pulang, bukan berarti ia tak ingin menemanimu pulang, namun ia tak ingin kejadian yang tak diinginkan tertimpa padamu.
Sesungguhnya ia sangat peduli padamu, namun kau tak menyadarinya, dan terkadang kau tak dapat menahan egomu sehingga kalimat "Dia sudah tak peduli lagi padaku." terlontar dari bibir manismu.
-Deena-

Minggu, 20 April 2014

Rahasia


-Deena-

Aku suka menulis. Karena dengan menulis aku dapat mencurahkan segala perasaanku. Mereka bilang aku pendiam, aku misterius. Ya, memang benar. Aku lebih suka mencurahkan segala perasaan dan masalah kehidupanku lewat secarik kertas dan sebuah pena. Aku lebih suka bermain dengan mereka ketimbang pergi ataupun hunting bersama teman-teman. 

Aku lebih suka memendam masalahku ketimbang menceritakan kepada teman-teman, karena alasanku simple. Aku tidak ingin mereka dibuat pusing dengan masalah yang aku punya. Karena aku berfikir, mereka juga pasti mempunyai masalah. Tegakah aku jika menambah masalah mereka dengan masalahku? Nah.

Selain itu, aku juga seakan menyimpan rahasia. Aku seperti mendapat amanah dari mereka. Sesekali mereka menceritakan masalah mereka kepadaku. Tak hanya satu orang. Dua orang, tiga orang, empat orang, bahkan lima orang sekalipun. Mereka seakan mempercayai ku untuk menyimpan rahasia mereka. Namun sejujurnya aku merasa terbebani dengan semuanya. Aku mendadak seperti orang gila. Aku pusing menemukan solusi dari permasalahan mereka.

Karena apa?

Karena setiap orang pertama bercerita, selalu ada orang kedua, ketiga dan keempat dalam cerita tersebut, ketika orang kedua bercerita selalu ada orang pertama, orang ketiga, keempat dalam cerita tersebut, ketika orang ketiga bercerita selalu ada orang pertama, kedua, dan keempat dan yang lain dalam cerita tersebut. Begitupun sebaliknya. Seperti bermain ular tangga namun tak mencapai garis finish. 

Ah otakku rasanya seperti dicuci. Aku bingung dari mereka mana yang dapat aku percayai. Kadang saat mereka selalu menyerempet masuk ke dalam otakku, rasanya otakku konslet;gila !

Sabtu, 19 April 2014

Rapuh


Belum sempat ku membagi kebahagiaanku
Belum sempat ku membuat dia tersenyum
Haruskah ku kehilangan 'tuk kesekian kali
Tuhan kumohon jangan lakukan itu

Sebab ku sayang dia
Sebab ku kasihi dia
Sebab ku tak relaTak s'lalu bersama
Ku rapuh tanpa dia
Seperti kehilangan harap
Jikalau memang harus ku alami duka
Kuatkan hati ini menerimanya


Kamis, 17 April 2014

Terimakasih semuanya :')

-Deena-

Aku berusaha mencarimu dalam kegelapan. Layaknya berada dalam sebuah gua yang gelap dan tak tau jalan keluar. Persis. Aku tak tau bagaimana dan dimana jalan keluarku dari alur cerita cinta ini. Aku yang terjebak dalam status ketidakjelasan. Dalam hal ini, aku yang mencintaimu begitupun kau. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini kau lebih sering mengabaikanku. Mungkin ada orang ketiga yang masuk dalam hidup kita. Bukan. Bukan kita. Hidupmu. Bukan hidup kita.
Kau yang dulu berusaha merenggut hatiku, tapi mengapa sekarang? seka...ra..~
Ah kau tau rasanya bukan? Bagaimana rasanya ingin menangis namun berusaha menahannya. Menyesakkan dada. Terutama batin. Ya, aku mencoba untuk mengikhlaskan semuanya. Mengikhlaskan kenangan yang kita rajut dahulu. Iya, dahulu. Bukan sekarang.
Terimakasih telah hadir dalam kehidupanku. Terimakasih kau selalu hadirkan seutas senyummu setiap harinya. Terimakasih atas perhatian kecilmu. Terimakasih telah menyempatkan waktumu untuk selalu mengabarkanku. Terimakasih semuanya. Walaupun sekarang kau mempersembahkan semuanya untuk sesosok perempuanmu yang baru :')

Hujan :')

-Deena-


Hujan, sampaikan salam rindu ku untuknya. Aku rindu saat dia selalu menyelipkan perhatian kecil setiap malam nya yang mengintip handphoneku.

Hujan, sampaikan padanya aku masih menyayanginya hingga saat ini.

Hujan, berikan pertanda padanya bahwa aku masih mengingat kenangan indah bersamanya dan mengharapkan semua itu terulang kembali.

Hujan, jika kau tak dapat mengirimkan pertanda tolong sampaikan salam pada Sang Maha Kuasa mintalah tolong padaNya agar dia yang disana selalu berbahagia walaupun alur cerita telah memutuskan kami berdua. 

Terimakasih hujan :')

Selasa, 15 April 2014

Mustahil

Hai! Selamat siang kamu! ;)))
Kau lihat gambar di bawah ini? iya, dua gambar bentuk hati buatanku pagi tadi.


Mungkin kau akan bilang "ah gampang buatnya" atau kau akan berkata "ah jelek" atau saat aku memberikannya padamu kau dengan tegas mengelak "ah apaan ini! Sampah! Buang aja!"
Ah, aku percaya kau tidak sejahat itu. Aku percaya saat aku memberikannya padamu kau pasti akan berkata “bagus sekali!” padahal di dalam hatimu “biasa-biasa saja.”
Ah sudahlah—

“Oh iya, bagaimana kabarmu disana? Baik baik sajakah?
Sudah tak sabar melihat wajahmu kembali. Kertas-kertas yang ku kirimkan apakah masih ada di dalam tasmu? Aku sangat senang jika kau menjawab “Iya”
Ya walaupun setiap waktu kau tak mungkin membukanya bukan? Tapi itu sudah cukup menenangkan hatiku.”

Kau tau mengapa aku membuat dua gambar hati ini? Kau tau mengapa dua pasang hati ini berbeda warna? Ya. Akan ku jelaskan. Kau lihat bukan gambar bentuk hati yang berwarna biru? Iya, yang biru itu untukmu. Aku memilih warna biru karena seolah-olah aku sedang melukiskan sifatmu disana. Kamu yang dingin, cuek, dan misterius. Dan gambar bentuk hati yang berwarna merah muda itu untukku. Kau tau mengapa? Itu menggambarkan hatiku saat ini, berbunga-bunga.

Ah maaf aku lagi-lagi aku menyampah, lagian apa fungsinya aku menerangkan sedemikian detail gambar hati itu? Kau juga tak akan mengintip blogku. Mustahil.




Senin, 14 April 2014

Aku suka


-Deena-
Aku tak terlalu cerdas. Berbeda dengan yang lain. Aku menyukai khayalan. Aku suka kebebasan. Aku tidak suka dikekang. Aku suka kertas. Dimana aku dapat menggoreskan penaku kepada mereka. Terlalu lebih, jika mereka bilang aku cantik. Karena menurut filosofiku, cantik itu bukan dalam penampilan fisik namun lebih tersorot kecantikan dalam hati. Karena kecantikan dalam hati akan terpancar dalam penampilan fisik.
Aku suka pantai. Tempat dimana aku dapat menjerit sekeras-kerasnya, melontarkan segala perasaanku disana, entah itu perasaan sedih maupun bahagia. Disana aku dapat menikmati indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa, memandang terbit dan tenggelamnya sang surya, mengintip batu karang yang terbelah akibat pecahan ombak besar.
Aku suka lebah. Banyak orang yang tak menyukainya karena sengatannya. Namun bagiku tidak, seekor lebah bagaikan seseorang yang selalu setia terhadap pasangannya. Ia selalu menyempatkan waktunya untuk menghampiri setangkai bunga yang bisa disebut pasangannya. Ia setia pada satu bunga dan tak melirik bunga-bunga lain. Meskipun bunga-bunga lain lebih indah dan cantik daripada bunga yang ia miliki sekarang.
Aku suka itu;

Aku muak berdrama!

-Deena-
Dentang jam yang terhitung 12 kali menandakan ini pukul 12 malam. Seperti biasanya aku tak bisa tidur. Aku bagaikan seseorang yang terkena penyakit insomnia. Aku tak tau akan hal itu. Mengapa disaat orang tertidur lelap, aku selalu asyik dengan handphoneku yang terus melekat di kedua tanganku? Ah entahlah~

Mungkin aku telah terkena syndrom. Syndrom mencintaimu lebih dalam. Hingga akhirnya terus memikirkanmu hingga tengah malam seperti ini. Kau yang telah tertidur lelap selalu ku iringi dengan iringan doa yang dapat menjagamu hingga kamu terbangun kembali esok.

Suara keypad handphone yang masih terdengar menandakan aku sedang menulis tentangmu, tentang cerita kita. Dimana aku bisa menulis bebas. mengubah jalan cerita, mendalami alur cerita, berdrama, dengan akhir cerita happy ending.

Ah aku terlalu lelah sering berdrama. Di depanmu aku terlihat jutek dan cuek. Sungguh, aku tak menginginkannya. Namun, lagi-lagi keadaan yang memaksaku untuk melakukan semuanya. Keadaan yang selalu menjebakku.

Aku layaknya seperti seorang pengemis yang meminta-minta koin receh di dalam pasar. Berada dalam keramaian, namun sunyi. Sepi. Sendiri. Entah.

Aku muak berdrama! Dimana kita harus saling menyembunyikan perasaan. Hingga akhirnya, kita berdua larut dalam adegan drama. Terlalu nyaman berdrama. Sampai lupa dengan status ketidakjelasan kita dua tahun silam.

Kita memang berbeda

-Deena-
Kita memang berbeda. Kita seperti terjebak dalam sistem kasta. Status sosial. Yang dapat dilukiskan kau sebagai kaum Brahmana dan aku sebagai kaum Sudra. Perbedaan kasta yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.

Kita memang berbeda. Kita seperti layaknya dua orang insan yang saling mencintai, menyayangi dan mengasihi namun agama kita berbeda. Kau seorang kristen sedangkan aku seorang muslim. Perbedaan agama yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.

Kita memang berbeda. Kau terlihat sempurna dengan segala kelebihanmu. Dan aku terlihat cacat dengan segala kekuranganku. Perbedaan fisik yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.

Kita memang berbeda. Kau egois dan keras kepala. Aku yang selalu sabar dan tabah menghadapimu. Perbedaan sifat yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.

Kita memang berbeda. Namun, aku tak ingin hanya karena perbedaan ini membuat kita saling merelakan dan melepaskan satu sama lain. Aku ingin perbedaan ini membuat kita menjadi saling melengkapi.

Saat aku dan kau berusaha mencoba, berusaha menerima perbedaan yang ada. Ada hal lain yang tak menerima. Ya benar. Orang-orang di sekitar kita.

Hingga akhirnya kita tak dapat memilih. Dan mencoba untuk saling mengikhlaskan. Semuanya bukan kemauanku! Ataupun kemauanmu! Tapi karena orang-orang di sekitar kita yang tak memahami kebersamaan kita.

Takut kehilanganmu

-Deena-
Diperhatikan. siapakah orang yang tak mau diperhatikan? pasti semua orang ingin diperhatikan. Seperti layaknya aku yang selalu ingin mendapat perhatian darimu. Entah kau menanyakan tentang kegiatanku sehari-hari atau menanyakanku telah makan siang atau belum. Ya, setitik perhatianmu yang selalu membuat pipiku seketika terlihat merah merona dengan senyuman tulus di bibir. Tak dapat dipungkiri bahwa aku juga akan memperhatikanmu lebih. Lebih dari segala perhatian yang kau berikan kepadaku. Tulus.

Namun, terkadang rasa sensitifku muncul sehingga membuat kau merasa jenuh, aku yang ingin selalu dimanja, namun kau mengabaikanku saat kau sibuk. Bukan mengabaikan. Mungkin aku yang terlalu sensitif. Terlalu peka.  

Aku selalu berusaha mengertimu. Meminta maaf saat kau merasa tengah bosan denganku. Memohon-mohon agar kau dapat memaafkan kesalahanku. Kesalahan yang hanya diperbuat oleh masalah kecil. Namun kau biasa membesar-besarkannya. Heran. Dewasa? Atau aku yang harus terus mencoba bersabar dengan sikapmu yang seperti itu? Salah. Salah. Dan salah. Hingga pada akhirnya aku akan lelah dengan semuanya. Karena aku bagaikan pengemis cinta yang selalu mengemis cintamu. Tidak! Aku tak seperi itu! Aku seperti ini semuanya gara-gara kau! Rasa sayang yang terlalu dalam mengalahkan semuanya. Aku seperti ini karena aku takut kehilanganmu :')

Apa kabar kalian kertas-kertasku?


-Deena-
Dulu kertas-kertas ku selalu berterbangan dan pada akhirnya sampai kepadamu. Aku selalu menyempatkan waktu untuk membuat dan merancang kertas-kertasku yang akan ku kirimkan padamu. Dan menyelipkannya. Entah itu di tas milikmu, atau kuselipkan di buku-buku tulismu. Kertas-kertas yang kukirimkan padamu selalu memuat isi curahan hatiku setiap saat. Curahan hatiku yang selalu aku tulis dalam sebuah kertas dan selalu aku rancang agar berbentuk cantik;entah aku bentuk perahu kertas, kapal terbang maupun burung kertas.
Setiap sang fajar telah muak untuk menyorotkan sinarnya, disaat itu lah saat yang tepat untuk aku goreskan penaku ke kertas-kertas itu. Ku hampiri mereka lalu penaku dengan lincahnya menari-nari diatasnya. Mereka dengan bebas menari. Menuliskan beberapa kalimat yang menggambarkan perasaanku. Kalimat yang sederhana; namun cukup mencerminkan bagaimana diriku.
Berharap kau akan membalas perasaan yang aku tuangkan dalam kertas-kertas itu. Namun, aku terlalu berharap lebih. Bagaimana kau mencoba membalas perasaanku dengan membaca kertas-kertas itu? Mengerti nama pengirim kertas-kertas itu pun kau tak tahu bukan? Lihat aku! Aku disini. Aku yang selalu menyempatkan waktu untuk menulis dan mengirimkan kertas-kertas itu kepadamu. Aku pengagum rahasiamu selama dua tahun ini. Dua tahun aku bertahan. Dan tetap tergila-gila olehmu.
Bagaimana kertas-kertasku? Apakah sampai kepadamu? Sudahkah kau sentuh? Sudahkah kau baca? Ataukah ada orang lain yang mencoba usil untuk mengambil kertas-kertas itu sebelum kau sentuh dan kau baca. Jika kau telah menyentuh dan membacanya? Bagaimana responmu? Apakah kau menyimpan kertas-kertas buatanku? Sepertinya tidak! Hatiku terus mengatakan tidak! Ah, dua tahun aku menjadi pengagum rahasiamu, lelah. Tak mendapat respon apapun. Dan sampai sekarang pertanyaanku yang belum terjawab dan terus membayangiku setiap malam adalah sudah berapa banyakkah kertas-kertas yang ku kirim kepadamu dalam waktu dua tahun ini? Entah. 

Cintaku Batu Karang itu


-Deena-
Cinta. Apa itu cinta?  Cinta adalah suatu anugerah yang Tuhan berikan kepada dua orang insan untuk saling mengerti, menjaga dan tentunya saling menyayangi satu sama lain. Namun, jika ada dua orang insan yang terikat dalam suatu hubungan tetapi hanya satu insan saja yang berjuang, satu insan saja yang bertahan, satu insan saja yang masih mengerti, menjaga, dan menyayangi. Apakah masih pantas disebut dengan cinta? Entah. Semuanya terasa tak begitu jelas. Ketika kita terikat dalam suatu hubungan namun diabaikan. Serupa sepertiku.
Awalnya aku bagaikan bunga mawar yang terus dihinggapi lebah yang setia menemaniku setiap saat. Dan tak rela jika dihinggapi lebah-lebah lain. Namun sekarang? Aku serupa dan persis seperti kapas-kapas yang berterbangan;berhamburan;terbang;entah kemana perginya.
Kau pernah melihat bagaimana derasnya ombak yang dapat memecah batu-batuan karang yang ada di tepi pantai? Ya. Bayangkan saja! Aku seperti batu-batu karang itu! Terhempas oleh ombak yang tak tentu kapan datangnya. Kadang saat sang fajar terbit, terkadang senja, atau terkadang saat sang fajar tak lagi mengintip bumi. Terhempas berkali-kali dan akhirnya pecah. Retak. Sama seperti hatiku. Yang kau sakiti berulang-ulang. Namun, aku berusaha tegar seperti sesosok batu-batu karang itu. Nyatanya? Retak juga!

Minggu, 13 April 2014

Judulnya kau :")


-Deena-

Menatapmu dari kejauhan. Ya, itu yang kulakukan setiap harinya. Hasratku selalu muncul saat berdekatan denganmu, inginku bercanda, tertawa denganmu, namun semuanya hanya anganku. Ya, hanya angan-angan karena terlalu banyak yang ingin tau kejelasan hubungan kita. Saat mereka bertanya “kamu jadian sama dia?” Aku hanya tertunduk. Ya, aku tak mengerti jawaban apa yang harus aku lontarkan dari bibirku, karena faktanya status kita memang masih menggantung. Disebut hanya sekedar teman itu terlalu miris karena kau selalu memanggilku dengan panggilan khas “Dek” ataupun “Sayang”. Disebut pacar juga akan sangat berlebihan, karena kita memang belum meresmikan status “pacaran”.

Ya, memang sedikit menyakitkan. Namu, aku mencoba menerima semuanya. Menerima saat kau berkata “maaf dek, mas belum siap pacaran lagi.” Ada sedikit kekecewaan yang mendalam, karena kau memang belum bisa melupakan sepenuhnya masa lalumu. Iya, masa lalu yang kau lalui bersama mantanmu. Ya aku mencoa memahami semuanya, butu proses, butuh waktu agar kita dapat bersatu. Awalnya aku selalu berjanji agar aku tak memilikimu dan mengharapkanmu lebih, namun nyatanya tidak! Aku terlalu munafikuntuk menepati janjiku, dan memasrahkan hatiku untuk terus menyayangimu lebih dalam. Sungguh, aku tak sadar! Setiap mata kita bertemu, selalu ada harapan baru, harapan yang aku simpan, tanpa kau perlu tau, saat kau berkata “maaf ya dek” aku selalu menanggapinya dengan “gapapa ko mas, tenag aja.”
Sadarkah kau? Saat aku menanggapinya dengan mengatakan “gapapa” itu artinya aku ingin diperhatikan lebih olehmu. Ya sekalipun kau tau itu, kau mengabaikannya. Ya, aku sadari semuanya. Kau berbeda dari apa yang aku inginkan, kau humoris, kau popular, yak au selalu didekati teman perempuanmu, fansmu mungkin yang tergila-gila dengan penampilanmu yang memukau mereka, atau mungkin karena kau meruapakan salah satu anggota basket di sekolah. Aih aku tak mempedulika itu-
Sungguh aku tak menginginkan itu sebelumnya. Namun hati memang tak bisa berbohong saat kau selalu menyempatkan waktumu untuk mengirim pesan singkat, yang awalnya hanya basa-basi menanyakan tugas sekolah. Namun seiring waktu berjalan, setitik perhatianmu selalu mengintip handphoneku saat malam tiba, aku terpaku. Tersenyum. Saat menerima pesan singkat darimu. Aku tak bisa membohongi perasaanku. Jatuh cinta. Ya, aku jatuh cinta pada seseorang yang tak kunginkan sebelumnya, bukan tipeku. Perasaan ini sungguh tak karuan, berbunga-bunga.
Dari sinilah aku mulai sering bergelut dengan dunia khayalan. Berkhayal tentang masa depan. Aku. Kau. Kita. Jodoh. Ah, aku memang terlalu berharap akan hal itu. Namun, setiap aku berusaha mengelaknya, kau selalu berusaha meyakinkan. Meyakinkan bahwa pada suatu saat aku dank au akan bersatu. Terenyuh. Mungkinkah dia yang terbaik untukku? Tidak. Aku tidak boleh masuk dan terjebak ke dalam jurang hanya dengan rayuan belaka. Percaya. Ya, namun tak berlebihan agar aku tak terlalu sakit jika pada akhirnya Tuhan tak menakdirkan kita untuk bersatu :"))))

-no name-

Menatapmu dari kejauhan :')


-Deena-


Apa rasanya jika kau menjadi aku? Mungkin kau tak akan sanggup rasanya tepat di posisiku saat ini. Sakit. Kau tau? Bagaimana rasanya menahan tangis namun mencoba untuk tetap tersenyum? Sesak. Mataku selalu mencoba membendung tetesan air mata yang akan jatuh saat di depan mataku kau bersama dengan yang lain. Namun, air mata ini sungguh tak bisa kutahan, bagaikan awan hitam yang tak kuat menahan beratnya air hujan sehingga ia terpaksa menumpahkannya;hujan. Mungkin itu sedikit gambaran perasaanku saat ini.
Aku wanita sederhana. Tertutup, tak terlalu cantik, dan tak terlalu pintar. Iya, sederhana. Salah satunya sederhana dalam mencintaimu. Menatapmu dari kejauhan itulah satu-satunya cara bagaimana aku mencintaimu dalam kesederhanaan. Kita memang terpisah oleh jarak. Namun, aku merasa begitu dekat denganmu saat tawamu menghiasi kedua bola mataku. Ya, meskipun aku menegrti dan paham bahwa tawa yang menghinggap di bibirmu bukan karena kehadiranku. Tapi kehadiran sosok lain disampingmu :’)
Aku berusaha tersenyum dalam tangisku. Tersenyum saat kau menyapaku “hai, PR kamu udah dikerjain belum?” seketika hatiku seperti kapal yang terombang-ambing akibat gelombang ombak yang besar. Gembira. Aku tak akan melupakan kejadian itu, saat memasuki kelas.
Aku selalu mengra bahwa sapaanmu merupakan suatu perhatian lebih yang hanya kau curahkan kepadaku. Ternyata tidak! Kau hanya menganggapnya sebagai angin lalu seperti dedaunan yang dihempaskan angina hingga akhirnya berserakan; terbang ataupun;hilang. Apakah mungkin ini hanya perasaanku yang menganggapmu lebih? Entah. Sekarang aku hanya bisa mencintaimu dalam diam tanpa harus mengungkapkan. Dan tetap terus menatapmu dari kejauhan :’)

Pandangan Pertama


– Deena  -
Sakit. Ya, yang aku rasakan saat ini. Saat menyimpan perasaan kepada seseorang namun diabaikan. Bukan. Buka diabaikan. Lebih tepatnya ia tak tau aku menyimpan perasaan kepadanya selama ini. Saat melihatmu untuk pertama kalinya aku terpaku. Kagum. Menatap matanya untuk yang pertama kali saat pendaftaran memasuki sekolah menengah atas. Tepatnya bulan Juli tanggal 17. Ya, aku masih ingat tanggal itu, saat dimana mata kita bertemu dan bertatapan. Senyuman manis di bibirnya yang saat itu menghiasi kedua bola mataku. Mataku berkaca-kaca. Tatapan kosong. Tak ada satupun kata yang terlontar dari bibirku. Diam. Diam dan menatapnya.
Rambutnya tipis yang terlihat tak sepadan dengan alisnya yang tebal. Hidung yang mancung dan wajahnya yang tirus membutakan mataku yang saat itu terpaku menatapnya. Ya. Untuk yang pertama kalinya aku jatuh cinta. Jatuh hati pada seseorang yang belum pernah ku kenal sebelumnya.
Bel berbunyi, menandakan tes wawancara kali ini telah selesai. Tiba-tiba tarikan tangan menyambutku.
“Ayo keluar, udah selesai nih tesnya.” Kata Dina.
“Iiiya eh.” kagetku.
Aku segera menyambut tangan Dina dan terpaksa keluar dari ruangan tes wawancara. Kedua kakiku dengan terpaksa melangkah mengikuti arah kaki Dina. Sepertinya ada yang aneh. Ya, mataku. Mataku seakan tak rela melepaskan pandangan ke sosok laki-laki yang sejak tadi seakan mengikat kedua bola mataku untuk terus menatapnya.
Namun, mataku tak bisa membendung langkahan kaki yang terus berjalan. Dengan terpaksa, aku meninggalkan ruangan tes wawancara dan merelakan melepaskan pandangannya ke sosok itu. Aku tersenyum. Dalam hitungan detik aku memejamkan mataku seolah-olah ingin mencoba untuk menyimpan memori di otakku. Memori yang tak akan pernah aku lupakan. Tanggal 17 bulan Juli. Pandangan pertama yang membuatku jatuh hati pada sesosok laki-laki untuk yang pertama kalinya.  Sesosok laki-laki yang dingin;misterius.

SIAPA AKU?


Introduce My Self


Hai, kenalin aku Noor Dina Camelia. biasa dipanggil Dina kalo di sekolah ada juga sih yang panggil Camel, termasuk mereka yang suka iri sama namaku, ya paham lah kan namaku ga pasaran kaya kalian hehe aku lahir tanggal 18 bulan september tahun 1997, alhamdulillah masih keliatan muda dan ga tua tua amat deh ya hihi..aku sekarang duduk di kelas 2 SMA.

Ya, kelas 2 SMA. apa yang ada dibenak kalian tentang masa-masa SMA? pasti seru kan? masa-masa SMA itu masa-masa dimana kita mulai berubah status darialay menjadi dewasa, berubah status hubungan juga, dari jomblo menjadi taken, eh sorry yang jomblo maap jangan kesinggung :p
Tapi ga semua anak seumuran SMA tepatnya langsung menuju dewasa lho, ada juga sih yang masih alay-alay gitu, ya mereka mungkin memegang prinsip SMA = Status Masih Alay hehe, ya dimaklumin ajalah namanya juga menuju akhir batas labil.
Memang ya menuju kedewasaan itu ga gampang sobat, kita biasanya melewati banyak rintangan banyak permasalahan banyak hambatan banyak jalan naik turun ada lobang-lobang juga hehe iya bener banyak permasalahan entah itu permasalahan tentang galau, tentang cinta, persahabatan, tentang tugas-tugas ah pokoknya ga bisa dijelasin satu-satu deh. walaupun ga bisa jelasin satu-satu tapi dina bisa lho jelasinnya secara detail tentang masa-masa SMA.
Makanya, kalo mau tau cerita kelanjutan dan lebih detailnya dina tentang masa-masa SMA tunggu postingan berikutnya ya sobat, dijamin deh postingan selanjutnya bakalan lebih seru, ga garing, dan pas banget sama kehidupan kalian saat masa-masa SMA. di dalemnya juga ada kisahnya dina lho dari mulai dina menuju kedewasaan, dina yang mulai galau karena punya hubungan ga jelas sama temen cowonya, dina yang galau pelajaran dan tugas-tugas, dina yang dapet nile jelek, dina yang dikasih harapan palsu, dina yang ketemu sama trio kwekwek bebek yang sok cantik-cantik dan akhirnya mulai mengenal kata "somplak", ah pokoknya semua ceritanya dina bakalan terdampar disitu deh. oke sob, tunggu dina yaa.... I come back again for us ^_^ mueheehehe :3