-Deena-
Dentang jam yang terhitung 12 kali menandakan ini pukul 12 malam. Seperti biasanya aku tak bisa tidur. Aku bagaikan seseorang yang terkena penyakit insomnia. Aku tak tau akan hal itu. Mengapa disaat orang tertidur lelap, aku selalu asyik dengan handphoneku yang terus melekat di kedua tanganku? Ah entahlah~
Mungkin aku telah terkena syndrom. Syndrom mencintaimu lebih dalam. Hingga akhirnya terus memikirkanmu hingga tengah malam seperti ini. Kau yang telah tertidur lelap selalu ku iringi dengan iringan doa yang dapat menjagamu hingga kamu terbangun kembali esok.
Suara keypad handphone yang masih terdengar menandakan aku sedang menulis tentangmu, tentang cerita kita. Dimana aku bisa menulis bebas. mengubah jalan cerita, mendalami alur cerita, berdrama, dengan akhir cerita happy ending.
Ah aku terlalu lelah sering berdrama. Di depanmu aku terlihat jutek dan cuek. Sungguh, aku tak menginginkannya. Namun, lagi-lagi keadaan yang memaksaku untuk melakukan semuanya. Keadaan yang selalu menjebakku.
Aku layaknya seperti seorang pengemis yang meminta-minta koin receh di dalam pasar. Berada dalam keramaian, namun sunyi. Sepi. Sendiri. Entah.
Aku muak berdrama! Dimana kita harus saling menyembunyikan perasaan. Hingga akhirnya, kita berdua larut dalam adegan drama. Terlalu nyaman berdrama. Sampai lupa dengan status ketidakjelasan kita dua tahun silam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar