Diperhatikan. siapakah orang yang tak mau diperhatikan? pasti semua orang ingin diperhatikan. Seperti layaknya aku yang selalu ingin mendapat perhatian darimu. Entah kau menanyakan tentang kegiatanku sehari-hari atau menanyakanku telah makan siang atau belum. Ya, setitik perhatianmu yang selalu membuat pipiku seketika terlihat merah merona dengan senyuman tulus di bibir. Tak dapat dipungkiri bahwa aku juga akan memperhatikanmu lebih. Lebih dari segala perhatian yang kau berikan kepadaku. Tulus.
Namun, terkadang rasa sensitifku muncul sehingga membuat kau merasa jenuh, aku yang ingin selalu dimanja, namun kau mengabaikanku saat kau sibuk. Bukan mengabaikan. Mungkin aku yang terlalu sensitif. Terlalu peka.
Aku selalu berusaha mengertimu. Meminta maaf saat kau merasa tengah bosan denganku. Memohon-mohon agar kau dapat memaafkan kesalahanku. Kesalahan yang hanya diperbuat oleh masalah kecil. Namun kau biasa membesar-besarkannya. Heran. Dewasa? Atau aku yang harus terus mencoba bersabar dengan sikapmu yang seperti itu? Salah. Salah. Dan salah. Hingga pada akhirnya aku akan lelah dengan semuanya. Karena aku bagaikan pengemis cinta yang selalu mengemis cintamu. Tidak! Aku tak seperi itu! Aku seperti ini semuanya gara-gara kau! Rasa sayang yang terlalu dalam mengalahkan semuanya. Aku seperti ini karena aku takut kehilanganmu :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar