Aku berusaha mencarimu dalam kegelapan. Layaknya berada
dalam sebuah gua yang gelap dan tak tau jalan keluar. Persis. Aku tak tau
bagaimana dan dimana jalan keluarku dari alur cerita cinta ini. Aku yang
terjebak dalam status ketidakjelasan. Dalam hal ini, aku yang mencintaimu
begitupun kau. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini kau lebih sering
mengabaikanku. Mungkin ada orang ketiga yang masuk dalam hidup kita. Bukan.
Bukan kita. Hidupmu. Bukan hidup kita.
Kau yang dulu berusaha merenggut hatiku, tapi mengapa
sekarang? seka...ra..~
Ah kau tau rasanya bukan? Bagaimana rasanya ingin menangis
namun berusaha menahannya. Menyesakkan dada. Terutama batin. Ya, aku mencoba
untuk mengikhlaskan semuanya. Mengikhlaskan kenangan yang kita rajut dahulu.
Iya, dahulu. Bukan sekarang.
Terimakasih telah hadir dalam kehidupanku. Terimakasih kau
selalu hadirkan seutas senyummu setiap harinya. Terimakasih atas perhatian
kecilmu. Terimakasih telah menyempatkan waktumu untuk selalu mengabarkanku.
Terimakasih semuanya. Walaupun sekarang kau mempersembahkan semuanya untuk
sesosok perempuanmu yang baru :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar