Minggu, 13 April 2014

Judulnya kau :")


-Deena-

Menatapmu dari kejauhan. Ya, itu yang kulakukan setiap harinya. Hasratku selalu muncul saat berdekatan denganmu, inginku bercanda, tertawa denganmu, namun semuanya hanya anganku. Ya, hanya angan-angan karena terlalu banyak yang ingin tau kejelasan hubungan kita. Saat mereka bertanya “kamu jadian sama dia?” Aku hanya tertunduk. Ya, aku tak mengerti jawaban apa yang harus aku lontarkan dari bibirku, karena faktanya status kita memang masih menggantung. Disebut hanya sekedar teman itu terlalu miris karena kau selalu memanggilku dengan panggilan khas “Dek” ataupun “Sayang”. Disebut pacar juga akan sangat berlebihan, karena kita memang belum meresmikan status “pacaran”.

Ya, memang sedikit menyakitkan. Namu, aku mencoba menerima semuanya. Menerima saat kau berkata “maaf dek, mas belum siap pacaran lagi.” Ada sedikit kekecewaan yang mendalam, karena kau memang belum bisa melupakan sepenuhnya masa lalumu. Iya, masa lalu yang kau lalui bersama mantanmu. Ya aku mencoa memahami semuanya, butu proses, butuh waktu agar kita dapat bersatu. Awalnya aku selalu berjanji agar aku tak memilikimu dan mengharapkanmu lebih, namun nyatanya tidak! Aku terlalu munafikuntuk menepati janjiku, dan memasrahkan hatiku untuk terus menyayangimu lebih dalam. Sungguh, aku tak sadar! Setiap mata kita bertemu, selalu ada harapan baru, harapan yang aku simpan, tanpa kau perlu tau, saat kau berkata “maaf ya dek” aku selalu menanggapinya dengan “gapapa ko mas, tenag aja.”
Sadarkah kau? Saat aku menanggapinya dengan mengatakan “gapapa” itu artinya aku ingin diperhatikan lebih olehmu. Ya sekalipun kau tau itu, kau mengabaikannya. Ya, aku sadari semuanya. Kau berbeda dari apa yang aku inginkan, kau humoris, kau popular, yak au selalu didekati teman perempuanmu, fansmu mungkin yang tergila-gila dengan penampilanmu yang memukau mereka, atau mungkin karena kau meruapakan salah satu anggota basket di sekolah. Aih aku tak mempedulika itu-
Sungguh aku tak menginginkan itu sebelumnya. Namun hati memang tak bisa berbohong saat kau selalu menyempatkan waktumu untuk mengirim pesan singkat, yang awalnya hanya basa-basi menanyakan tugas sekolah. Namun seiring waktu berjalan, setitik perhatianmu selalu mengintip handphoneku saat malam tiba, aku terpaku. Tersenyum. Saat menerima pesan singkat darimu. Aku tak bisa membohongi perasaanku. Jatuh cinta. Ya, aku jatuh cinta pada seseorang yang tak kunginkan sebelumnya, bukan tipeku. Perasaan ini sungguh tak karuan, berbunga-bunga.
Dari sinilah aku mulai sering bergelut dengan dunia khayalan. Berkhayal tentang masa depan. Aku. Kau. Kita. Jodoh. Ah, aku memang terlalu berharap akan hal itu. Namun, setiap aku berusaha mengelaknya, kau selalu berusaha meyakinkan. Meyakinkan bahwa pada suatu saat aku dank au akan bersatu. Terenyuh. Mungkinkah dia yang terbaik untukku? Tidak. Aku tidak boleh masuk dan terjebak ke dalam jurang hanya dengan rayuan belaka. Percaya. Ya, namun tak berlebihan agar aku tak terlalu sakit jika pada akhirnya Tuhan tak menakdirkan kita untuk bersatu :"))))

-no name-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar