-Deena-
Kita memang berbeda. Kita seperti terjebak dalam sistem kasta. Status sosial. Yang dapat dilukiskan kau sebagai kaum Brahmana dan aku sebagai kaum Sudra. Perbedaan kasta yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.
Kita memang berbeda. Kita seperti layaknya dua orang insan yang saling mencintai, menyayangi dan mengasihi namun agama kita berbeda. Kau seorang kristen sedangkan aku seorang muslim. Perbedaan agama yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.
Kita memang berbeda. Kau terlihat sempurna dengan segala kelebihanmu. Dan aku terlihat cacat dengan segala kekuranganku. Perbedaan fisik yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.
Kita memang berbeda. Kau egois dan keras kepala. Aku yang selalu sabar dan tabah menghadapimu. Perbedaan sifat yang mencolok membuat kisah cinta kita seperti terhenti dari sini.
Kita memang berbeda. Namun, aku tak ingin hanya karena perbedaan ini membuat kita saling merelakan dan melepaskan satu sama lain. Aku ingin perbedaan ini membuat kita menjadi saling melengkapi.
Saat aku dan kau berusaha mencoba, berusaha menerima perbedaan yang ada. Ada hal lain yang tak menerima. Ya benar. Orang-orang di sekitar kita.
Hingga akhirnya kita tak dapat memilih. Dan mencoba untuk saling mengikhlaskan. Semuanya bukan kemauanku! Ataupun kemauanmu! Tapi karena orang-orang di sekitar kita yang tak memahami kebersamaan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar