Minggu, 04 Oktober 2015

Mengakrabkan Cinta

Malam ini. Selang 1 jam kedatanganku di kos setelah menginap 2 hari 2 malam di rumah tanteku di Bandung. Seperti biasa, aku genggam handphone dan membuka aplikasi bbm melihat beberapa umpan terbaru. Pm-pm temanku terlihat mengisyaratkan bahwa mereka s berbahagia menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Bercanda, bersenda gurau, membicarakan banyak hal serta makan malam bersama. Hidup mereka dipenuhi warna dapat dekat dengan orang yang mereka sayangi. Berbalik dengan keadaanku sekarang. Beberapa bulan ini aku seperti kehilangan teman bercerita. Kehilangan tempat bercerita. Bukan sekedar teman dan tempat, namun singgahan ternyamanku;Kau.

Genap dua bulan, tak ada lagi senda gurau, cerita, serta kekonyolan. Lagi-lagi kita harus mengakrabkan cinta dari dua tempat yang berbeda. Tanpa ucapan selamat pagi siang ataupun malam, tanpa sapa, apalagi kabar. Aku tahu ini hanya sementara. Tidak ada cara lain selain pasrah dan menjalaninya. Keadaan berubah tak boleh merubah semuanya, kita hanya bicara masalah keadaan dulu dan sekarang. Dengan mengerti jarak aku percaya disitulah letak ujian dari sebuah cinta. Apakah akan bertahan ataukah akan mundur. Karena cinta bukan melemahkan namun justru menguatkan. Cinta itu bukan berarti kita selalu dekat dengan orang yang kita cintai, tapi cinta adalah dimana kita selalu ada di hati orang yang kita cintai. Berbahagialah kalian  yang masih “berada” di dalam lubuk hati orang yang kalian cintai. Perasaanku akan selalu sama seperti 10 bulan yang lalu, tenang saja; kau tak perlu khawatir, Brat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar